Teori ini menyebutkan bahwa
belajar merupakan perubahan tingkah laku karena adanya interaksi antara
stimulus dan respon. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang
dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkahlaku dengan cara yang baru
sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. seseorang dianggap telah
belajar sesuatu jika ia dapat menunjukkan perubahan tingkah lakunya. Behaviorisme
menjelaskan perilaku dalam kerangka kejadian-kejadian yang dapat diamati, tanpa
melihat lebih jauh ke dalam unit mental seperti “pikiran” atau kehendak.
Para ahli aliran ini menekankan pada dua macam bentuk belajar yaitu classical conditioning dan operant conditioning :
CLASSICAL CONDITIONING
Kondisioning klasik pertama kali
dipelajari oleh seorang ahli fisiologi Rusia bernama Ivan Petrovich Pavlov yang
dilahirkan di Rjasan pada tanggal 18 September 1849 dan wafat di Leningrad pada
tanggal 27 Pebruari 1936. Pavlov bukanlah sarjana psikologi dan tidak mau
disebut sebagai ahli psikologi, karena ia adalah seorang sarjana ilmu faal yang
fanatik.
Eksperimen Pavlov yang sangat
terkenal di bidang psikologi dimulai ketika ia melakukan studi tentang
pencernaan. Dalam penelitian tersebut ia melihat bahwa subyek penelitiannya
(seekor anjing) akan mengeluarkan air liur sebagai respons atas munculnya
makanan. Ia kemudian mengeksplorasi fenomena ini dan kemudian mengembangkan
satu studi perilaku (behavioral study) yang dikondisikan, yang dikenal
dengan teori Classical Conditioning.
Menurut teori ini, ketika makanan
(makanan disebut sebagai the unconditioned or unlearned stimulus -
stimulus yang tidak dikondisikan atau tidak dipelajari) dipasangkan atau
diikutsertakan dengan bunyi bel (bunyi bel disebut sebagai the conditioned
or learned stimulus - stimulus yang dikondisikan atau dipelajari), Maka bunyi bel akan menghasilkan respons yang
sama, yaitu keluarnya air liur dari si anjing percobaan.
OPERANT CONDITIONING
Kondisioning operan diperkenalkan oleh Burrhus Frederic
Skinner dilahirkan di sebuah kota kecil bernama Susquehanna, Pennsylvania, pada
tahun 1904 dan wafat pada tahun 1990 setelah terserang penyakit leukemia.
Skinner dibesarkan dalam keluarga sederhana, penuh disiplin dan pekerja
keras. Ayahnya adalah seorang jaksa dan ibunya seorang ibu rumah tangga.
Skinner mendapat gelar Bachelor di Inggris dan berharap
bahwa dirinya dapat menjadi penulis. Semasa bersekolah memang ia sudah menulis
untuk sekolahnya, tetapi ia menempatkan dirinya sebagai outsider (orang
luar), menjadi atheist, dan sering mengkritik sekolahnya dan agama yang
menjadi panutan sekolah tersebut. Setelah lulus dari sekolah tersebut, ia
pindah ke Greenwich Village di New York City dan masih berharap untuk dapat
menjadi penulis dan bekerja di sebuah surat kabar.
Pada tahun 1931, Skinner menyelesaikan sekolahnya dan
memperoleh gelar sarjana psikologi dari Harvard University. Setahun kemudian ia
juga memperoleh gelar doktor (Ph.D) untuk bidang yang sama. Pada tahun
1945, ia menjadi ketua fakultas psikologi di Indiana University dan tiga tahun
kemudian ia pindah ke Harvard dan mengajar di sana sepanjang karirnya.Meskipun
Skinner tidak pernah benar-benar menjadi penulis di surat kabar seperti yang
diimpikannya, namun ia merupakan salah satu psikolog yang paling banyak
menerbitkan buku maupun artikel tentang teori perilaku/tingkahlaku, reinforcement
dan teori-teori belajar.
Skinner memfokuskan penelitian tentang perilaku dan menghabiskan karirnya
untuk mengembangkan teori tentang Reinforcement. Skinner percaya bahwa
perkembangan kepribadian seseorang, atau perilaku yang terjadi adalah
sebagai akibat dari respon terhadap adanya kejadian eksternal. Dengan kata
lain, kita menjadi seperti apa yang kita inginkan karena mendapatkan reward
dari apa yang kita inginkan tersebut. Bagi Skinner hal yang paling penting
untuk membentuk kepribadian seseorang adalah melalui Reward &
Punishment. Pendapat ini tentu saja amat mengabaikan unsur-unsur seperti
emosi, pikiran dan kebebasan untuk memilih sehingga Skinner menerima banyak
kritik.
Dalam analisis pengikut Skinner, reinforcement
dapat meningkatkan atau melemahkan kemungkinan terjdinya respon.
Reinforcement dan hukuman terbagi menjadi :
1. Reinforcement positif dan Reinforcement negatif
Sesuatu yang
menyenangkan akan mengikuti sebuah respon (Reinforcement
positif), sesuatu yang tidak menyenangkan dihilangkan (Reinforcement negatif )
2. Hukuman
positif dan hukuman negatif
Sesuatu yang tidak
menyenangkan mengikuti respon (hukuman positif), sesuatu yang menyenangkan
dihilangkan (hukuman negatif)
Sumber dari : Bu Aulia (Dosen Psikologi PGSD UAD)
Sumber dari : Bu Aulia (Dosen Psikologi PGSD UAD)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar